Apakah suatu penyakit berhubungan dengan faktor kejiwaan?

REALITAS UMUM

Realitas yang difahami atau dianut umum mayoritas menyatakan bahwa penyakit tidak ada hubungannya dengan kejiwaan, padahal dari beberapa banyak kasus penyakit itu justru dapat menjadi parah disebabkan perubahan kejiwaan pada diri penderita. Untuk memahaminya mari kita telaah dan fikirkan bersama, semoga ada titik terang yang menyebabkan suatu penyakit dapat sembuh lebih cepat dari yang diperkirakan.

MANUSIA SEJAK LAHIR

Ketika manusia dilahirkan kita akan sepakat bahwa kondisi tubuh dalam keadaan bersih, metabolisme dasar berkembang normal menyesuaikan peredaran hormonal yang menunjang pertumbuhan. seiring dengan waktu ada dua hal yang berubah kecepatan perkembangan maksimal akan terjadi dalam tahun-tahun ke 14 s/d 25, tentu saja setiap individu punya ritme yang berbeda. Apa saja penyebabnya? dengan mudah kita akan menunjuk:

  • Faktor lingkungan, faktor lingkungan sangat mempengaruhi kejiwaan, bisa kita perhatikan seorang anak bisa dewasa pada waktu singkat dan selainnya masih kekanakan pada puncak pertumbuhan di tahun optimal pertumbuhan. Faktor lingkungan diantaranya faktor internal yaitu keluarga, dan faktor external yaitu kemasyarakatan.
  • Faktor Tempat, Faktor tempat sangat berkaitan dengan cuaca dan kebiasaan setempat. bila ditarik garis lurus akan ada kesamaan ritme pertumbuhan di lokasai equator dan di lokasi non equator. saya kira kehidupan di kutub utara dan kutub selatan kurang lebih sama, begitu juga antar benua yang terlewati oleh matahari.
  • Faktor Ketinggian, faktor ketinggian pun akan mempengaruhi pertumbuhan manusia, namun manusia adalah makhluk yang paling mudah untuk beradaptasi dalam hal ketinggian ini dibanding dengan faktor tempat.
  • Faktor pendidikan dan kebiasaan, Faktor pendidikan terlihat tidak terlalu terfikirkan, namun nyata bahwa faktor inilah yang diwariskan oleh orang tua atau pengajar lainnya.

Mungkin masih banyak faktor lain yang sedikit banyak akan mempengaruhi pertumbuhan manusia. Lalu apa sajakah yang dipengaruhi secara fisik dan psikis?

  1. Perbedaan imunitas
  2. Perbedaan pola pikir
  3. Perbedaan pola hidup
  4. Perbedaan Kecenderungan
  5. Kerentanan

Dari kelima hal itu saja akan dengan mudah kita menerka apa yang akan terjadi dalam perkembanan selanjutnya. Yah, kejiwaan dan fisiknya akan terjadi perbedaan, dan perbedaan ini akan menuntun pada jenis penyakit yang mungkin diderita manusia. Ini diluar penyakit yang disebabkan endemi atau pandemi.

Penyebab terbesar dari timbulnya penyakit adalah karena ketidak seimbangan hormonal dan metabolisme yang disebabkan pola hidup, dan diperkuat/dipercepat dengan kondisi kejiwaan. Kebanyakan penyakit kejiwaan ini dibawa pada saat ibu mengandung. Tingkat emosi selama masa kehamilan akan mempengaruhi potensi kejiwaan pada anaknya, mengapa demikian?

PROSES PEMBENTUKAN KEJIWAAN INDIVIDU

Pada umur 128 hari ruh/jiwa telah ditiupkan kepada janin yang berada di dalam kandungan, dalam kegelapan tersebut bukan berarti tidak ada apa-apa, tapi dalam perkembangan jiwa janin tadi akan terbentuk rasa dan emosi sesuai perasaan/kejiwaan yang dialami ibunya. Dengan adanya teknologi USG seorang ibu bisa memperhatikan anak dalam kandungannya menendang, meninju, berputar, bahkan tersenyum..ini memunjukkan dia sudah bisa merasakan apa yang dirasakan ibunya. Bayangkanlah apa yang akan terjadi kepada anak jika ibunya melakukan atau mendapatkan hal buruk.

Setelah terjadi kelahiran anak menuju dunia baru, seakan terformat alam pikirannya, namun rasa sebagai kekayaan jiwa paling dasar itu sudah dimilikinya, dia tahu rasanya lapar, kotor, lelah, dll., namun belum dapat diutarakan karena belum bekerjanya penunjang komunikasi

Setelah mata melihat, mereka akan mulai belajar melihat dan menyesuaikan informasi dengan mendengar hal-hal mengenai emosi orang dewasa. Kondisi tersebut akan mensinkronkan antara image yang didapat dan rasa yang diterima. Dalam hal ini, pendengaran adalah perulangan dari apa yang dialaminya dalam kandungan. kali ini informasi yang didapat adalah ekspresi. Dari 2 hal tersebut dia sudah mempunyai sikap yang paling sederhana dengan diekspresikan dengan tertawa dan menangis.

Lanjut ketika syaraf dan motorik penunjang komunikasi mulai bekerja, dia mulai meniru apa yang diucapkan dan memperhatikan image perilku yang diterima, tidak lama dia akan mengetahui caranya memenuhi keinginannya secara detail. Nah selebihnya adalah faktor pertumbuhan fisik.

POLA HIDUP AKAN MEMPENGARUHI KEJIWAAN DAN MENIMBULKAN PENYAKIT YANG DAPAT DIDUGA.

Kembali kepada masalah korelasi penyakit dan kejiwaan, dari kehidupan yang dialami, kecenderungan jenis penyakit dapat diprediksi dari kebiasaan hidup orang tuanya. Apakah mereka dalam keluarga yang penuh kasih sayang atau tekanan hidup, apakah asupannya berlebihan atau bersahaja (misal suka makanan berlemak/bergula/asam/alkohol, dll. Terkadang sering kita fahami jika orang tua mengidap diabetes maka anak akan cenderung diabetes, orang tua berpenyakit stres maka anak akan berpotensi demikian, dan lainnya.

Ini memperjelas bahwa penyakit anak bukanlah warisan, namun bisa dieliminir mulai anak itu tumbuh. Tentu saja harus didukung orang tua yang juga memperbaiki pola hidupnya, tanpa perubahan ini maka sangat besar kemungkinannya ritme hidup ini dicontoh/dialami anak, bahkan akan lebih buruk lagi. ini akan meimbulkan kerugian dikemudian hari baik secara psikis maupun finansial.

Jadi langkah untuk memperbaiki pola hidup tidak bisa ditunda, ketika anak tumbuh dewasa dia sudah harus menetukan generasi yang bagaimana yang hendak dia bangun, bila tidak ada kepedulian terhadap hal ini, dan tetap mengikuti pola hidup yang ada dari orang tuanya, maka link itu tidak akan pernah putus. Jenis penyakit dipengaruhi dari perubahan pola hidup yang dipilih.

MEMULAI PERUBAHAN MENUJU KEBAIKAN LEBIH BAIK DARIPADA MENUNDA DAN BERAKHIR DENGAN KESEDIHAN

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *